Warga Pekanbaru, Kampar dan Rohul Dihimbau Waspada Difteri

Jumat, 13 Maret 2015 - 15:13 WIB

Dinas Kesehatan Provinsi Riau menghimbau warga yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, seperti Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hulu Pekanbaru untuk mewaspadai penyebaran penyakit Difteri.

"Penyakit difteri merupakan penyakit yang harus diwaspadai karena penyebarannya cepat dan menular melalui udara termasuk melalui batuk atau dahak orang yang menderita penyakit ini bisa menularkan ke orang di dekatnya," kata Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Riau Andra Sjafril di Pekanbaru, Sabtu.

Ia mengatakan penyakit difteri adalah penyakit yang rentan menyerang anak - anak, oleh karenanya Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah mengimbau kepada Dinas Kesehatan di Kabupaten Kota untuk meningkatkan imunisasi kepada bayi.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan kepada orang dewasa agar saat batuk untuk menutup mulut atau batuk dengan etika."Kepada orang dewasa agar batuk beretika, dan kepada orang yang berada didekatnya agar juga menghindari penderita batuk dengan etika pula," ujarnya.

Selain itu, dahak yang dibuang juga agar tidak sembarangan dan agar lebih membiasakan untuk berperilaku hidup sehat, seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi. "Intinya menjaga diri kita untuk selalu terhindar dari penyakit," lanjut Andra.

Sebelumnya Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat menyatakan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri terkait ditemukannya satu orang yang positif menderita penyakit tersebut.

"Dari laporan dinas kesehatan hingga Senin sore, hasil pemeriksaan laboratorium di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang satu orang dinyatakan positif dan ini sudah masuk kategori KLB," kata Wali Kota Padang Mahyeldi

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Eka Lusti, pada Januari 2015 sebanyak lima orang dinyatakan suspect atau diduga difteri dan telah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.Sementara, pada 2014 kasus difteri ditemukan pada dua kecamatan yaitu Koto Tangah dan Kuranji dimana telah diberikan imunisasi kepada 26 ribu anak yang ada di wilayah itu.

Menurut dia, kasus difteri pertama kali ditemukan di Padang pada 2014 dimana ada salah seorang anak yang baru kembali dari Surabaya yang saat itu tercatat mengalami 920 kasus difteri. (ant)

Kirim Komentar dari Facebook

Komentar dari Account Facebook

View all comments

Tulis Komentar